Sabtu, 23 April 2011
Jumat, 22 April 2011
Meniti Kejemuan Dititik Kulminasi
Bosan dan Enggan...
Jera dan jemu saling beradu....
mengisi relung - relung hati ini..
Seperti ini dan terus seperti ini...
Meniti jalan .....
Setapak demi setapak....
Enggan sudah rasannya...
menikmati kesendirian ini...
Jiwaku pun berpeluh....
Berkeluh kesah....
Seakan memberontak
dengan sisi kehidupanku yang sepi....
terkadang......
akupun merasa jera ....
tapi ..........
dalam benakku pun bertanya - tanya....
siapa yang terus menegakkanku...??
siapa gerangan yang selalu menemani kesepian jiwa ini...???
siapa yang senantiasa bersama hati ini..???
dan mengapa aku sanggup bertahan..???
aku pun sadar....
K A R N A........
aku punya KAU...
KAU bersamaku.......
KAU membimbingku....
KAU..menemaniku....
dan hanya K A U...
belahan jiwa ini.....
kuatkan aku Ya Robb.....
Kamis, 21 April 2011
Untuk Kartini Muda
Wahai Kartini Muda....
Mari kita menoleh ke belakang
betapa....
Keras perjuangan Seorang putri Kudus...
untuk memajukan pola pikir kaum wanita
bagi negeri ini...
betapa ......
besar perjuangan beliau dan pengharapan beliau ...
untuk menyamakan derajat kaum wanita di mata bangsa...
Hingga kini....
berkat keberanian dan pengorbanan beliau....
kami wanita indonesia .....
mempunyai hak yang sama ....
mempunyai derajat yang sejajar mereka
Habis gelap terbitlah terang...
tiada lagi ketertinggalan...
tiada lagi ketertindasan
Terima kasih Ibu..
Jasamu begitu berarti...
balas jasa kami kepadamu ....
untuk negeri ini.....
Mari kita menoleh ke belakang
betapa....
Keras perjuangan Seorang putri Kudus...
untuk memajukan pola pikir kaum wanita
bagi negeri ini...
betapa ......
besar perjuangan beliau dan pengharapan beliau ...
untuk menyamakan derajat kaum wanita di mata bangsa...
Hingga kini....
berkat keberanian dan pengorbanan beliau....
kami wanita indonesia .....
mempunyai hak yang sama ....
mempunyai derajat yang sejajar mereka
Habis gelap terbitlah terang...
tiada lagi ketertinggalan...
tiada lagi ketertindasan
Terima kasih Ibu..
Jasamu begitu berarti...
balas jasa kami kepadamu ....
untuk negeri ini.....
Rabu, 20 April 2011
Cinta Membutakan Logika
Orang-orang yang terluka oleh cinta, sering berlaku bertentangan dengan kebutuhannya untuk segera pulih dari pelukaan cinta dan memulai kehidupan yang segar dan penuh harapan baru.
Mereka tertarik untuk berkumpul dengan sesama korban cinta, untuk berbagi cerita derita, keluhan, dan kemarahan mengenai ketidak-setiaan dan pengkhianatan.
Sesungguhnya, mereka lebih menikmati pembicaraan yang mengulur kebencian terhadap cinta, daripada keluar dari kelompok pengeluh itu, dan hidup seutuhnya dalam hak yang sama dengan siapa pun untuk berbahagia.
Cinta, kenikmatan dari keindahannya melambungkan harapan melampaui langit, dan kenikmatan dari deritanya menenggelamkan kesehatan logika ke lubang penyia-nyiaan hidup.
Cinta meninggikan jiwa yang berharapan baik, tapi memenjara jiwa yang suka mengasihani diri sendiri.
Marilah kita pisahkan keindahan cinta, dari kesalahan kita dalam memilih orang untuk dicintai.
Karena,
Cinta adalah kekuatan yang memuliakan, bukan alasan untuk menelantarkan kehidupan.
Wanita Penentram Kehidupan Pria
Banyak wanita kurang mengerti mengenai jenis persahabatan yang diharapkan oleh pria darinya.
Pria memang tertarik kepada wanita yang ceria, dinamis, lincah, yang sibuk merayakan keindahan dunia, dan yang menarik tangannya untuk berlari menjelajahi padang rumput dalam tarian gembira di bawah benderang mentari.
Sekali, atau dua kali … pria akan menurut dan menggembirakan hati wanita ceria seperti itu, tapi kerinduan hatinya yang asli, adalah dimanjakan dalam kelembutan perlakuan sang wanita yang mengaguminya di atas semua kelemahannya.
![]() |
Wanita yang memiliki keseluruhan jiwa dan kehidupan sang pria, bukanlah wanita yang menjadikannya bermata cemerlang untuk mengalahkan dunia, tetapi wanita yang dalam kebersamaan dengannya – membuat matanya terpejam merajut impian, nafasnya membuai damai, dan terkulai pulas dalam tidur yang dalam.
Wanita, adalah penenteram kehidupan pria.
"....Andaikan Ku Harus Memilih...."
Kasih setiamu Tuhan
lebih dari hidupku
jalan,...jalan mu,Ya Tuhan....
Terbaik bagiku...
Dari s'mua yg kau katakan
tiada dusta ku temui
dari semua yang kau janjiakan
tiada yang tak terpenuhi...
andaikanku harus memilih,
tetap hatiku padamu
tak satupun dapat menggantikanmu
hanya kau yang berarti bagiku
lebih dari s'mua yang ada.....
kauah s'galanya bagiku
tak ingin ku berpaling darimu
slamanya ku akan menyembahmu..
Tuhan.....
Asaku Tak Bertepi
Tersentak dari lamunanku
Terpatahkan s'mua mimpi ini
Asa yang kian ku rajut
Hilang tiada bayangan
ketika aku tersadar...
otak ini telah membeku...
lidah ini benar -benar kaku

hati kecil ini serasa ngilu..
tercabik oleh kenyataan pedih,
hanya asa yang kupunya...
hanya semangat yang kupertahankan
namun......
lamunan tak hanya buaian
mimpi tak sekedar harapan
asaku hilang sudah....
patah sayap semangat yang ku punya
lantas....
adilkah semua ini untuk ku...???
mengapa...
seakan tiada yang berpihak kepadaku...
hanya benturan yang kurasakan,
dalam setiap sisi kehidupanku......
Kemanakah ku harus berlari...
Adakah tempat untukku bersembunyi ..
dari semua kenyataan pahit ini...???
Tuhan...
tenagai aku dengan kekuatanmu..
hanya dengan kebebasanmu aku bersandar...
hanya dengan asamu aku bertahan....
Tuhan ....
kan ku tunggu hingga "hujan" ini reda...
Terpatahkan s'mua mimpi ini
Asa yang kian ku rajut
Hilang tiada bayangan
ketika aku tersadar...
otak ini telah membeku...
lidah ini benar -benar kaku

hati kecil ini serasa ngilu..
tercabik oleh kenyataan pedih,
hanya asa yang kupunya...
hanya semangat yang kupertahankan
namun......
lamunan tak hanya buaian
mimpi tak sekedar harapan
asaku hilang sudah....
patah sayap semangat yang ku punya
lantas....
adilkah semua ini untuk ku...???
mengapa...
seakan tiada yang berpihak kepadaku...
hanya benturan yang kurasakan,
dalam setiap sisi kehidupanku......
Kemanakah ku harus berlari...
Adakah tempat untukku bersembunyi ..
dari semua kenyataan pahit ini...???
Tuhan...
tenagai aku dengan kekuatanmu..
hanya dengan kebebasanmu aku bersandar...
hanya dengan asamu aku bertahan....
Tuhan ....
kan ku tunggu hingga "hujan" ini reda...
Langganan:
Komentar (Atom)




